Matahari telah lelah seharian menemani dengan teriknya. Terangnya langit siang hari itu telah berganti dengan gelap akibat awan hitam yang akan meruntuhkan amunisinya. Sepiring nasi sayur telah selesai ku-eksekusi. Dan sebatang rokokpun menemaniku duduk-duduk di teras rumah sambil mengadu otakku apakah aku harus pergi atau tetap tinggal di rumah malam ini. Langit akan runtuh, sedangkan aku punya keinginan untuk pergi malam ini. Dalam lamunanku tak terasa lagit telah benar-benar meruntuhkan aminisinya. Jalan buntu di otakku semakin menjadi-jadi ketika gerimis mulai mengguyur tanah ini.
Read more »