Brother Cesare Bonizzi (lahir 1946), juga dikenal sebagai Frate Cesare. Bonizzi lahir pada tahun 1946 di Offanengo, Italia. Dia memasuki biara pada tahun 1975, dan selanjutnya bekerja sebagai misionaris di Pantai Gading. Kembali ke Italia setelah dia diurapi imam pada tahun 1983. Anggota dari Ordo Katolik Capuchin di Milan, bertempat tinggal di biara Musocco, sebuah kabupaten di Milan. Sejak 1990 ia telah tertarik dengan menggunakan musik sebagai sarana untuk kontemplasi dan pelayanan iman, dan ia telah merilis banyak album dalam berbagai gaya heavy rock.
2012-03-16
Biarawan Unik Yang Mendirikan Band Heavy Metal !
Friday, March 16, 2012.
This entry was posted in Heavy Metal
| Permalinks →
2012-03-10
Heavy Metal secara tradisional di karakterisasi oleh sound distorsi gitar yang keras, Rhythm yang tegas, Sound Bass dan Drum yang padat dan suara Vokal yang bertenaga. Seorang kritisi dari surat kabar New York Times JON PARELESS menulis “dalam taksonomi musik populer, Heavy Metal adalah sub-spesies utama dari Hard Rock-pertumbuhannya gak pake sinkopasi, sedikit sekali sense blues dan lebih ke showmanship”. Formasi identik dari aliran ini adalah Bassist, Lead Gitar, Rhythm Gitar, drummer dan Seorang Vokalis yang bolah jadi bisa megang instrumen musik ataupun tidak sama sekali. Instrumen lain seperti Keyboard juga digunakan untuk memperkaya sound yang di hasilkan.
Sound yang di hasilkan dari amplifikasi gitar adalah elemen penting sepanjang sejarah Heavy Metal. Peran Lead gitar di heavy metal sering bertabrakan dengan peran “Frontman” dari seorang vokalis, menciptakan tensi musikal sebagai mana keduanya “bersaing untuk menjadi dominan” . Seorang kritisi Simon Frithmenyatakan bahwa pada seorang Vokalis Metal “nada suaranya” lebih penting dari liriknya. Vokal Metal berfariasi luas dalam Style, mulai dari Multioktaf,teaterikal seperti Rob Halford dari Judas Priest dan Bruce Dickinson dari Iron Maiden sampai ke Style keras seperti Lemmy dari Motörhead dan James Hetfield dari Metallica, ke style Growl yang banyak dibawakan oleh performer genre Death Metal, dan teriakan yang kasar dari Black Metal.
Sound yang di hasilkan dari amplifikasi gitar adalah elemen penting sepanjang sejarah Heavy Metal. Peran Lead gitar di heavy metal sering bertabrakan dengan peran “Frontman” dari seorang vokalis, menciptakan tensi musikal sebagai mana keduanya “bersaing untuk menjadi dominan” . Seorang kritisi Simon Frithmenyatakan bahwa pada seorang Vokalis Metal “nada suaranya” lebih penting dari liriknya. Vokal Metal berfariasi luas dalam Style, mulai dari Multioktaf,teaterikal seperti Rob Halford dari Judas Priest dan Bruce Dickinson dari Iron Maiden sampai ke Style keras seperti Lemmy dari Motörhead dan James Hetfield dari Metallica, ke style Growl yang banyak dibawakan oleh performer genre Death Metal, dan teriakan yang kasar dari Black Metal.
2012-03-05
Tak semua orang suka dengan musik beraliran cadas. Iramanya yang hingar bingar dianggap sebagai musik yang hanya membuat telinga tuli. Tapi mulai sekarang, meskipun Anda tak menyukainya, tak ada salahnya jika Anda memanfaatkan keberadaannya untuk meredam stres. Tak percaya? Penelitian terbaru yang dilansir oleh Sciencedaily bahkan menyebutkan bahwa penggemar musik heavy metal ternyata lebih pandai meredam emosi negatif, lebih ekspresif dan lebih bisa meluapkan kemarahannya.Penelitian yang melibatkan 1.057 murid dari usia antara 11 dan 18 tahun dari sekolah National Academy di Amerika.
Semua responden diteliti dengan cermat hubungan mereka dengan keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka konsumsi. “Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa bahwa presepsi yang selama ini beredar salah. Selama ini orang menganggap murid yang cerdas dan memiliki intelijensi tinggi cenderung didominasi mereka yang suka musik klasik dan menghabiskan banyak waktu untuk membaca,” ujar Stuart Cadwallader, kepala penelitian dari Warwick University.Sayangnya, menurut Stuart tudi mereka yang menikmati musik heavy metal cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik sebagai media ‘keterbukaan’.
Semua responden diteliti dengan cermat hubungan mereka dengan keluarga, perilaku di sekolah, bagaimana mereka menghabiskan waktu santai, musik kesukaan, dan jenis media yang mereka konsumsi. “Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa bahwa presepsi yang selama ini beredar salah. Selama ini orang menganggap murid yang cerdas dan memiliki intelijensi tinggi cenderung didominasi mereka yang suka musik klasik dan menghabiskan banyak waktu untuk membaca,” ujar Stuart Cadwallader, kepala penelitian dari Warwick University.Sayangnya, menurut Stuart tudi mereka yang menikmati musik heavy metal cenderung mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman mereka. Dan mereka menjadikan musik sebagai media ‘keterbukaan’.
2012-02-25
We Hear Them..Broke my Ears [Mixtape]
Saturday, February 25, 2012.
This entry was posted in Blues, Bob Dylan, Evile, Heavy Metal, Led Zeppelin, Mixtape, Rock n Roll, Thrash Metal in Action, Woods of Ypres
| Permalinks →
Halo, kembali di akhir pekan ini, diantara sehabis gajian untuk para buruh dan pekerja, sendu mendungu buat para bujang jalang, dan waktu yang tepat untuk ke Sriwedari bagi mereka yang ingin menonton wayang orang atau dangdutan. Di akhir pekan akhir Februari-an ini, saya mulai mengemas-ngemas lagu-lagu yang sering saya dengarkan untuk februari ini. Biasanya, saya mendengarkannya saat online, bikin web atau sekedar ingin saja, tapi list dibawah ini saya memilihnya agak serabutan sih, iseng-iseng tapi memang sesuai dengan yang saya suka. Saya pilih 10 lagu tersering yang membuat kuping merinding!
Subscribe to:
Posts (Atom)



