Halo, kembali di akhir pekan ini, diantara sehabis gajian untuk para buruh dan pekerja, sendu mendungu buat para bujang jalang, dan waktu yang tepat untuk ke Sriwedari bagi mereka yang ingin menonton wayang orang atau dangdutan. Di akhir pekan akhir Februari-an ini, saya mulai mengemas-ngemas lagu-lagu yang sering saya dengarkan untuk februari ini. Biasanya, saya mendengarkannya saat online, bikin web atau sekedar ingin saja, tapi list dibawah ini saya memilihnya agak serabutan sih, iseng-iseng tapi memang sesuai dengan yang saya suka. Saya pilih 10 lagu tersering yang membuat kuping merinding!
2012-02-25
We Hear Them..Broke my Ears [Mixtape]
Saturday, February 25, 2012.
This entry was posted in Blues, Bob Dylan, Evile, Heavy Metal, Led Zeppelin, Mixtape, Rock n Roll, Thrash Metal in Action, Woods of Ypres
| Permalinks →
2012-02-19
Cerpen: Distorsi Music Studio oleh Ipunk @burningangel2
Sunday, February 19, 2012.
This entry was posted in burning angel, Cerpen, Death Metal, Distorsi Music Studio, DownHill, event, Glory of Arupadatu, Hardcore, jong, Oh Betapa Indahnya, Tawangmangu, Thrash Metal in Action
| Permalinks →

Oleh: Ipunk PUR / @burningangel2
Banner Distorsi Music Studio
Yeah yeah yeah….. akhirnya setelah beberapa lama tak menulis cerita dewasa akhirnya tak tahan juga jemari ini menuntut untuk kembali menari diatas keyboard komputer walaupun hasilnya masih ga karuan yang penting bisa sedikit berbagi pengalaman. Minggu 15 januari 2012 awal tahun yang hari-harinya penuh dengan hujan.
Hari itu seperti biasa pagi hari diawali dengan langit yang cukup cerah seolah ingin mengajak berjudi tebakan apakah hari ini turun hujan atau tidak, juga seolah memberi harapan pada para sejoli untuk menyusun rencana memadu kasih seharian hahahaha...
Distorsi Music Studio (Gigs)
Walau masih setengah sadar akhirnya terpaksa mata ini saya ajak untuk beranjak dari peraduan, bangun pagi lalu sedikit berbenah hampir saja lupa kalau hari ini ada acara dari teman-teman diatas gunung yaitu launching Distorsi studio, wah hebat juga diatas dataran tinggi ada studio seperti ini semoga tidak di salahkan bila suatu saat terjadi tanah longsor karena getaran berlebih hahahaha….
Ya tepatnya di kaki gunung lawu beberapa kilometer dari kota dingin Tawangmangu ada sebuah studio baru yang di dirikan oleh salah satu punggawa Downhill band hardcore asal karanganyar yang kebetulan berdomisili di atas gunung.
Glory of Arupadatu
Berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi dengan sedikit menyesal karena harus meninggalkan makan pagi yang belum selesai saya santap, langsung meluncur menuju maximum rockshop karena sudah ditunggu geng pembuat onar dari Eastern Gate. Sampai disana sudah ada beberapa teman yang berkumpul. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya terkumpul semua personil dari Eastern Gate Squad. Ditemani belalang tempur kesayangan perjalan menuju venue saya mulai dengan membelah jalanan kota Karanganyar yang kelihatannya bersemangat untuk beranjak menjadi kota metropolitan tapi apa daya Bupati tak mampu hahahahaha…
Saya sendiri berkesempatan memboncengkan salah satu penasihat tertua kerajaan Eastern Gate yaitu bang Windy sembari mendapat beberapa wejangan sambil terus melaju menuju venue. Sampai kurang beberapa kilometer dari venue terlihat dua sosok fakir yang sedang olahraga mendorong motor di tanjakan ( olah raga apa kurang kerjaan tu orang hehehe…) setelah semakin mendekat dua orang itu adalah bang Sandy a.k.a Memey Lelembut dengan seorang temannya yang kelihatannya seorang penggemar vespa. Berhenti sejenak untuk sekedar menemani kedukaan mereka berdua akhirnya perjalanan kami lanjutkan menuju venue.
Sampai disana ternyata acara sudah di mulai beberapa band sudah selesai perform. Ada beberapa band yang cukup menarik perhatian saya yaitu Oh Betapa Indahnya salah satu band punk yang sudah cukup lama berlalu-lalang di scene musik karanganyar, lalu ada Jembatan Setan yang merupakan band hardcore punk paling berbahaya dari bekonang yang vokalisnya merencanakan ingin mendirikan kabupaten sendiri karena merasa daerahnya tidak diakui hahaha…
Burning Angel
Juga ada salah satu band hardcore baru yang cukup menarik perhatian yaitu Glory Of Arupadatu yang paling saya ingat saat memainkan salah satu lagu dariSomething Wrong yang berjudul "Matamu Sempal". Setelah itu giliran saya dengan grup vokal Burning Angel untuk perform seperti biasa dan tak ada yang luar biasa bahwa penampilan Burning Angel selalu diawali dengan gaya prepare yang lama dari dua cecurut idiot mungkin mereka memang benar-benar mengerti sound atau bingung memakai alat saya sendiri juga kurang tau, bermain dengan sedikit awut-awutan tapi saya cukup merasa bangga karena ternyata beberapa kawan ada yang terlihat cukup antusias dengan permainan kami.
Setelah kami giliran band tuan rumah yaitu Downhill untuk bermain, saya sendiri kurang memperhatikan karena sedang sibuk antri membeli bakso pentol di pinggir jalan hehehe…. Kembali mendekat ke-venue ketika salah satu pentolan Thrash Metal dari Karanganyar yaitu Bankeray. Sedikit ada yang berbeda karena ada wajah baru di posisi drum dan juga hilangnya sang vokalis karena terdampar di luar jawa hahaha…. Bermain dengan gaya ngocol bang Anton CS berhasil menghajar tiga track andalan yang diselingi dengan guyonan-guyonan khas pembuat onar Eastern Gate squad.
Usai Bankeray perform, perhatian saya teralih pada langit yang semakin mendung, seolah tidak terlalu berkenan jika saya berlama-lama diatas gunung. Benar saja sampai pada band terakhir yaitu Liberty, air langit mulai jatuh, beberapa teman mengajak untuk segera bergegas turun gunung. Menembus perjalanan yang di penuhi derasnya hujan, sial bagi saya karena melupakan jas hujan kebesaran. Akhirnya keringat yang tadinya menetes harus berganti dengan basahnya air hujan yang dengan sombongnya terus turun menemani perjalanan sampai rumah.
Sekian pengalamanku yang bisa saya ceritakan pada teman-teman, bila ada kesempatan semoga saya bisa bercerita pengalaman yang lain. Hahahaha…..
Yeaahhh
Terima kasih…
**foto-foto / dokumentasi silahkan masuk ke Halaman dari Dimas Fariz: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.358433744182323.104536.100000471018174&type=3
**Nb : Sekali lagi ini bukan review acara jadi jangan protes bila tidak semua band disebut hehehe….

Bankeray CD and Merchandise Click here!!
Follow Us on Twitter: @Bankeray
Yeah yeah yeah….. akhirnya setelah beberapa lama tak menulis cerita dewasa akhirnya tak tahan juga jemari ini menuntut untuk kembali menari diatas keyboard komputer walaupun hasilnya masih ga karuan yang penting bisa sedikit berbagi pengalaman. Minggu 15 januari 2012 awal tahun yang hari-harinya penuh dengan hujan.
Hari itu seperti biasa pagi hari diawali dengan langit yang cukup cerah seolah ingin mengajak berjudi tebakan apakah hari ini turun hujan atau tidak, juga seolah memberi harapan pada para sejoli untuk menyusun rencana memadu kasih seharian hahahaha...
Distorsi Music Studio (Gigs)
Walau masih setengah sadar akhirnya terpaksa mata ini saya ajak untuk beranjak dari peraduan, bangun pagi lalu sedikit berbenah hampir saja lupa kalau hari ini ada acara dari teman-teman diatas gunung yaitu launching Distorsi studio, wah hebat juga diatas dataran tinggi ada studio seperti ini semoga tidak di salahkan bila suatu saat terjadi tanah longsor karena getaran berlebih hahahaha….
Ya tepatnya di kaki gunung lawu beberapa kilometer dari kota dingin Tawangmangu ada sebuah studio baru yang di dirikan oleh salah satu punggawa Downhill band hardcore asal karanganyar yang kebetulan berdomisili di atas gunung.
Glory of Arupadatu
Berangkat dari rumah sekitar jam 8 pagi dengan sedikit menyesal karena harus meninggalkan makan pagi yang belum selesai saya santap, langsung meluncur menuju maximum rockshop karena sudah ditunggu geng pembuat onar dari Eastern Gate. Sampai disana sudah ada beberapa teman yang berkumpul. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya terkumpul semua personil dari Eastern Gate Squad. Ditemani belalang tempur kesayangan perjalan menuju venue saya mulai dengan membelah jalanan kota Karanganyar yang kelihatannya bersemangat untuk beranjak menjadi kota metropolitan tapi apa daya Bupati tak mampu hahahahaha…
Saya sendiri berkesempatan memboncengkan salah satu penasihat tertua kerajaan Eastern Gate yaitu bang Windy sembari mendapat beberapa wejangan sambil terus melaju menuju venue. Sampai kurang beberapa kilometer dari venue terlihat dua sosok fakir yang sedang olahraga mendorong motor di tanjakan ( olah raga apa kurang kerjaan tu orang hehehe…) setelah semakin mendekat dua orang itu adalah bang Sandy a.k.a Memey Lelembut dengan seorang temannya yang kelihatannya seorang penggemar vespa. Berhenti sejenak untuk sekedar menemani kedukaan mereka berdua akhirnya perjalanan kami lanjutkan menuju venue.
Sampai disana ternyata acara sudah di mulai beberapa band sudah selesai perform. Ada beberapa band yang cukup menarik perhatian saya yaitu Oh Betapa Indahnya salah satu band punk yang sudah cukup lama berlalu-lalang di scene musik karanganyar, lalu ada Jembatan Setan yang merupakan band hardcore punk paling berbahaya dari bekonang yang vokalisnya merencanakan ingin mendirikan kabupaten sendiri karena merasa daerahnya tidak diakui hahaha…
Burning Angel
Juga ada salah satu band hardcore baru yang cukup menarik perhatian yaitu Glory Of Arupadatu yang paling saya ingat saat memainkan salah satu lagu dariSomething Wrong yang berjudul "Matamu Sempal". Setelah itu giliran saya dengan grup vokal Burning Angel untuk perform seperti biasa dan tak ada yang luar biasa bahwa penampilan Burning Angel selalu diawali dengan gaya prepare yang lama dari dua cecurut idiot mungkin mereka memang benar-benar mengerti sound atau bingung memakai alat saya sendiri juga kurang tau, bermain dengan sedikit awut-awutan tapi saya cukup merasa bangga karena ternyata beberapa kawan ada yang terlihat cukup antusias dengan permainan kami.
Setelah kami giliran band tuan rumah yaitu Downhill untuk bermain, saya sendiri kurang memperhatikan karena sedang sibuk antri membeli bakso pentol di pinggir jalan hehehe…. Kembali mendekat ke-venue ketika salah satu pentolan Thrash Metal dari Karanganyar yaitu Bankeray. Sedikit ada yang berbeda karena ada wajah baru di posisi drum dan juga hilangnya sang vokalis karena terdampar di luar jawa hahaha…. Bermain dengan gaya ngocol bang Anton CS berhasil menghajar tiga track andalan yang diselingi dengan guyonan-guyonan khas pembuat onar Eastern Gate squad.
Usai Bankeray perform, perhatian saya teralih pada langit yang semakin mendung, seolah tidak terlalu berkenan jika saya berlama-lama diatas gunung. Benar saja sampai pada band terakhir yaitu Liberty, air langit mulai jatuh, beberapa teman mengajak untuk segera bergegas turun gunung. Menembus perjalanan yang di penuhi derasnya hujan, sial bagi saya karena melupakan jas hujan kebesaran. Akhirnya keringat yang tadinya menetes harus berganti dengan basahnya air hujan yang dengan sombongnya terus turun menemani perjalanan sampai rumah.
Sekian pengalamanku yang bisa saya ceritakan pada teman-teman, bila ada kesempatan semoga saya bisa bercerita pengalaman yang lain. Hahahaha…..
Yeaahhh
Terima kasih…
**foto-foto / dokumentasi silahkan masuk ke Halaman dari Dimas Fariz: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.358433744182323.104536.100000471018174&type=3
**Nb : Sekali lagi ini bukan review acara jadi jangan protes bila tidak semua band disebut hehehe….

Bankeray CD and Merchandise Click here!!
Follow Us on Twitter: @Bankeray
2012-02-15
Story: Bankeray di Gigs Rezume Slamming Penetration Tour - Kamis 09/02/2012
Wednesday, February 15, 2012.
This entry was posted in Bankeray, Crowd, Moshing, Rezume, Slamming, Thrash Metal in Action
| Permalinks →
| Antonimius (Bass) & Johny Lepek |
Dimas, seorang mantan drummer dari band death metal lawas, kawak, bernama Jagal. Pernah melanglang buana di beberapa band sebelumnya, dan saat ini selain di band Akustiknya dan Grindcorenya "Vaginal Mutilation", dia mau dengan sungguh rela hati membantu kami, Bankeray untuk meriuhkan dan membuat ribut dari sektor belakang. Kamis malam itu bukan malam pertama dia melakukan aksi panggungnya bersama kami. Setelah sebelumnya di tanggal 16 Januari lalu, dia juga ikut "gedubrang gedubreng" bareng kami di Tawangmangu. Sebuah daerah di atas/timur Karanganyar, tempat yang sejuk nan asri dalam sebuah acara rilisan salah satu studio musik disana.
Ada beberapa kekhawatiran, memang itu sempat ada dalam benak kami setelah keluarnya Arko Putut dari band ini. Kami hanya memiliki waktu kurang dari satu bulan untuk mempersiapkan Dimas sebagai pengganti dari Arko. Semuanya serba mendadak, namun beruntung ternyata Dimas sering mendengarkan lagu kami di EP "Jalur Tengkorak" sehingga ada beberapa lagu yang sudah dia hafal partnya. Dan setelah itu kami coba latihan di Studio dalam waktu yang kurang sebulan itu kami berani untuk memainkan Dimas di AUB, Solo pada Kamis malam itu.
2012-02-11
Januari 2012 | Arko Putut (Drums) Re-Sign
Saturday, February 11, 2012.
This entry was posted in Band Updates, Bankeray, Berita, Drummer, Jalur tengkorak, News, Resign, Thrash Metal in Action
| Permalinks →
Artikel asli di: http://bankeray.co.cc/site/2012/01/were-gonna-walk-all-over-you/
Tahun 2012 adalah sebuah tahun yang berbeda bagi kami. Ada sesuatu yang baru di tahun ini. Sebuah pergantian yang menampilkan komposisi yang jelas akan mengorbankan seseorang. Kami sebenarnya tak ingin seperti ini harus terjadi kembali, dia datang dan pergi. Terasa 5 tahun itu sangat cepat sekali. Banyak kenangan, sedih senang, beberapa pengalaman off dan on stage kami rasakan. Bahkan satu buah EP sudah kami hasilkan, dan kontribusinya masih membekas di kami. Pohon yang kian menua.
Dirinya selalu berada di departemen belakang, menabuh gendering perang. Sosoknya yang tenang dan kalem misterius, ya dialah drummer kami, Arko Putut. Yang rehat untuk jangka waktu yang belum mesti dari Bankeray. Dia termasuk salah satu founder band ini sejak 2006 lalu, beberapa single, demo dan EP sudah dia sumbangkan bagi band ini. Jelas karyanya adalah pemberian yang abadi.
Kilas balik saja, kami sudah beberapa kali harus berganti-ganti member, peluru demi peluru memang perlu diisi ulang biar amunisi tetaplah panas. Selongsong demi selongsong berjatuhan dari balik AK47. Al Majid, salah satu founder dan juga gitaris kami hengkang 2007 lalu, kami sempat bermain bersamanya di Alun-Alun Karanganyar, sebagai tanda kami pertama kali bermain sebagai sebuah band.
Kemudian Amin Rois yang juga gitaris kami istirahat sebab studinya di tahun 2009. Dia sempat mengisi gitar di “Putra Setan” yang kemudian digantikanAmriza Naufal. Semuanya terasa sangat cepat benar berlalu. Memori demi memori tetap terngiang dikala kami berkumpul, akustikan, mengonsep lagu demi lagu di ruang yang seadanya, dengan kondisinya yang tak semestinya. Setelah kedua orang hebat itu, Amriza Naufal juga cabut di tahun 2010 lalu yang akhirnya digantikan Mayhanung sampai saat ini.
Sudah hampir seminggu yang lalu, terakhir kami bermain bersama Arko Putut di Alun-Alun Karanganyar tanggal 31 Januari 2011, dalam sebuah helatan motor saat senja. Dan kemarin saat kami bermain di Tawangmangu, beliau sudah tidak ikut lagi. Dan posisinya digantikan additional drummer kami yang baru.
Arko Putut, sosok yang kalem dan lugu, dia adalah orang paling aneh di band ini, bahkan ketika di depan kamera, lihat saja bentuknya…hahaha. Komitmennya sangatlah tinggi, meski kami juga belum yakin dengan yang baru nanti, apakah dia bisa lebih baik dari Jong yang satu ini. Konsistensinya di band ini selama 5 tahun, mungkin tak akan pernah tergantikan. Mungkin dengan ini, beliau bisa lebih focus untuk kehidupannya yang lebih baik lagi.
Ada sebab sendiri kenapa semua ini harus terjadi, semua pastinya untuk kebaikan bagi band ini. Kami yakin kami harus terus belajar dan mencari yang terbaik bagi band ini agar tetap bertahan di saat angin kian berhembus kencang, dan tugas-tugas besar mulai dihujamkan. Saat nanti 9 Februari di AUB, Solo dalam acara Rezume: Slam Penetration Tour 2012, syah kami dengan additional drum yang baru dengan tenaga “Monster” yang tidak menutup kemungkinan untuk menjadikannya tetap.
Tapi kami tahu, nama-nama hebat di atas adalah orang-orang hebat yang terbaik terhebat yang pernah ada serta berkontribusi bagi band ini. Band ala kadarnya yang biasa saja, namun tetap memiliki semangat yang terpanaskan matahari di terik siang, namun tetap tegar dan kokoh meski diterpa hujan dan angin.
Tahun 2012 adalah sebuah tahun yang berbeda bagi kami. Ada sesuatu yang baru di tahun ini. Sebuah pergantian yang menampilkan komposisi yang jelas akan mengorbankan seseorang. Kami sebenarnya tak ingin seperti ini harus terjadi kembali, dia datang dan pergi. Terasa 5 tahun itu sangat cepat sekali. Banyak kenangan, sedih senang, beberapa pengalaman off dan on stage kami rasakan. Bahkan satu buah EP sudah kami hasilkan, dan kontribusinya masih membekas di kami. Pohon yang kian menua.
Dirinya selalu berada di departemen belakang, menabuh gendering perang. Sosoknya yang tenang dan kalem misterius, ya dialah drummer kami, Arko Putut. Yang rehat untuk jangka waktu yang belum mesti dari Bankeray. Dia termasuk salah satu founder band ini sejak 2006 lalu, beberapa single, demo dan EP sudah dia sumbangkan bagi band ini. Jelas karyanya adalah pemberian yang abadi.
Kilas balik saja, kami sudah beberapa kali harus berganti-ganti member, peluru demi peluru memang perlu diisi ulang biar amunisi tetaplah panas. Selongsong demi selongsong berjatuhan dari balik AK47. Al Majid, salah satu founder dan juga gitaris kami hengkang 2007 lalu, kami sempat bermain bersamanya di Alun-Alun Karanganyar, sebagai tanda kami pertama kali bermain sebagai sebuah band.
Kemudian Amin Rois yang juga gitaris kami istirahat sebab studinya di tahun 2009. Dia sempat mengisi gitar di “Putra Setan” yang kemudian digantikanAmriza Naufal. Semuanya terasa sangat cepat benar berlalu. Memori demi memori tetap terngiang dikala kami berkumpul, akustikan, mengonsep lagu demi lagu di ruang yang seadanya, dengan kondisinya yang tak semestinya. Setelah kedua orang hebat itu, Amriza Naufal juga cabut di tahun 2010 lalu yang akhirnya digantikan Mayhanung sampai saat ini.
Sudah hampir seminggu yang lalu, terakhir kami bermain bersama Arko Putut di Alun-Alun Karanganyar tanggal 31 Januari 2011, dalam sebuah helatan motor saat senja. Dan kemarin saat kami bermain di Tawangmangu, beliau sudah tidak ikut lagi. Dan posisinya digantikan additional drummer kami yang baru.
Arko Putut, sosok yang kalem dan lugu, dia adalah orang paling aneh di band ini, bahkan ketika di depan kamera, lihat saja bentuknya…hahaha. Komitmennya sangatlah tinggi, meski kami juga belum yakin dengan yang baru nanti, apakah dia bisa lebih baik dari Jong yang satu ini. Konsistensinya di band ini selama 5 tahun, mungkin tak akan pernah tergantikan. Mungkin dengan ini, beliau bisa lebih focus untuk kehidupannya yang lebih baik lagi.
Ada sebab sendiri kenapa semua ini harus terjadi, semua pastinya untuk kebaikan bagi band ini. Kami yakin kami harus terus belajar dan mencari yang terbaik bagi band ini agar tetap bertahan di saat angin kian berhembus kencang, dan tugas-tugas besar mulai dihujamkan. Saat nanti 9 Februari di AUB, Solo dalam acara Rezume: Slam Penetration Tour 2012, syah kami dengan additional drum yang baru dengan tenaga “Monster” yang tidak menutup kemungkinan untuk menjadikannya tetap.
Tapi kami tahu, nama-nama hebat di atas adalah orang-orang hebat yang terbaik terhebat yang pernah ada serta berkontribusi bagi band ini. Band ala kadarnya yang biasa saja, namun tetap memiliki semangat yang terpanaskan matahari di terik siang, namun tetap tegar dan kokoh meski diterpa hujan dan angin.
Saat GIRAS di Rezume Slamming Penetration Tour 2012 / AUB, Solo
Saturday, February 11, 2012.
This entry was posted in Band, Foto, Live Gigs, Rezume, Show, Slamming, Thrash Metal in Action
| Permalinks →
| Crowd |
| Moshing |
| Bankeray sangat Clelekan |
| @AngkaraBankeray |
| Jalur Tengkorak dan Punker dengan Hoodie Bunga Hitam |
| Thrash Metal Never Stop!! @Bankeray |
Join Us On This Link!!
Subscribe to:
Posts (Atom)

